UPKK UIN STS Jambi Gelar Workshop Desain Grafis Bersama Tuan Kreasi
Muaro Jambi – Unit Pengembangan Kewirausahaan dan Karier (UPKK) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi kembali menyelenggarakan kegiatan pelatihan yang membekali mahasiswa dengan keterampilan siap pakai di dunia kerja. Kali ini, UPKK menggelar Workshop Desain Grafis Industri Kreatif, bekerja sama dengan pelaku usaha lokal Tuan Kreasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 9 Juli 2025 di Aula Pelatihan UPKK Gedung Pengembangan Entrepreneur dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi.
Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (AAKK) UIN STS Jambi, Dr. H. Helmi, M.Ag., membuka secara resmi workshop ini. Yang dalam sambutannya memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang hari ini. Mahasiswa tidak hanya perlu kuat secara akademik, tetapi juga perlu memiliki keterampilan praktis yang dibutuhkan dunia kerja, salah satunya desain grafis. Ini bentuk nyata dari upaya kampus dalam menyiapkan lulusan yang berdaya saing tinggi,” ujarnya saat membuka acara.
Selanjutnya, Kepala UPKK UIN STS Jambi menambahkan bahwa keterampilan desain grafis kini menjadi kebutuhan penting di berbagai sektor industri, termasuk industri kreatif, media, dan fashion.
“Desain grafis itu penting karena dengan desain kita bisa menentukan warna dan bentuk yang tepat untuk menyampaikan pesan. Dunia kerja saat ini sangat membutuhkan orang-orang yang mampu berpikir kreatif dan visual,” ungkapnya.
Beliau juga menekankan bahwa dalam dunia fashion, kekuatan visual adalah kunci. Hampir semua produk memerlukan sentuhan desain untuk memperkuat identitas merek dan meningkatkan daya tarik pasar. Oleh sebab itu, keterampilan ini sangat relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Bekali Mahasiswa Hadapi Dunia Industri Kreatif
Workshop ini menghadirkan narasumber utama, yaitu Mazharul Haq, S.H., Owner dari Tuan Kreasi. Dalam pemaparannya, Mazharul membagikan wawasan seputar prinsip-prinsip dasar desain grafis, pentingnya memahami tren visual, serta cara menyusun portofolio yang bisa memikat calon klien atau perusahaan.
“Desain adalah bahasa visual. Kalau kita bisa menyampaikan pesan dengan desain, kita bisa menjangkau audiens lebih luas. Dan ini peluang besar bagi mahasiswa untuk masuk ke industri tanpa harus menunggu gelar,” jelas Mazharul.

Peserta workshop tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga dilibatkan dalam sesi praktik langsung. Yang mana mereka turut mencoba membuat desain sederhana menggunakan aplikasi desain populer. Antusiasme peserta terlihat tinggi, karena mereka merasa mendapat bekal nyata yang bisa langsung dipraktikkan.
Dengan adanya kegiatan ini, UPKK berharap mahasiswa dapat melihat peluang besar di sektor kreatif. Serta memiliki kesiapan mental dan keterampilan ketika terjun ke dunia kerja maupun wirausaha. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk implementasi sinergi antara perguruan tinggi dan pelaku industri lokal dalam membentuk lulusan yang adaptif dan inovatif.
