UIN STS Jambi Raih PTRG Award Peringkat Madya
Setelah melalui berbagai tahapan penilaian, Jumat (18/10) lalu, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menerima penghargaan. Yaiyu, sebagai Perguruan Tinggi Responsif Gender (PTRG) pada Peringkat Madya dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Korpus Gender, Anak dan Disabilitas UIN STS Jambi, Nisaul Fadillah, M.Si., PhD. Kegiatan ini berlangsung pada Musyawarah Nasional (Munas) Forum Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) ke-3. Berlangsung di Mataram 15-18 Oktober 2024 dan dibuka langsung oleh Direktur Diktis, Kemenag RI, Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag, yang juga sekaligus Plt. Rektor UIN STS Jambi.
Ada beberapa komponen penilaian untuk PTRG Award ini, yaitu kelembagaan, penelitian, pendidikan dan pengajaran, pengabdian serta keberadaan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS). Rektor yang diwakili WR 1 UIN Jambi, Dr. Ayub Mursalin, M.Ag menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kerja keras seluruh tim yang terlibat. Senada, Ketua LPPM, Dr. Fridiyanto, M.PdI mengucapkan selamat dan mendorong agar Tim PGAD UIN Jambi terus memberikan yang terbaik.
Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras berbagai pihak yang melibatkan semua Civitas Academica UIN STS Jambi. Tim juri menilai ada peningkatan cukup signifikan terhadap performa UIN STS Jambi untuk aspek-aspek PUG tersebut hingga layak naik peringkat dari Pratama di tahun 2022 ke Madya di tahun 2024. UIN STS Jambi berkomitmen untuk terus meningkatkan program responsif gender dan memastikan keberlanjutan upaya-upaya dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan bebas dari kekerasan seksual.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, terdapat 3 acara strategis, yaitu International Conference on Gensia ke-3 yang mengusung tema “Membangun Sinergisitas untuk Menguatkan Gerakan Pengarusutamaan Gender dan Budaya Nirkekerasan di PTKI”, Perguruan Tinggi Responsif Gender Award Ke-2, serta Musyawarah Nasional (Munas) PSGA ke-1. Munas juga menghasilkan sejumlah sikap dan rekomendasi penting dari Forum PSGA terkait empat isu utama, yakni: Pengarusutamaan Gender (PUG), Kekerasan Seksual, Fiqh Parenting untuk pencegahan stunting, serta peningkatan literasi kesehatan reproduksi remaja, di mana salah satunya PSGA menghimbau pemerintah untuk mengkaji ulang kebijakan penyediaan alat kontrasepsi di lembaga pendidikan dan menawarkan solusi mitigasi yang lebih relevan