UIN STS Jambi Gelar Refreshment Asesor BKD, Dorong Integrasi Sistem Penilaian Kinerja Dosen
Muaro Jambi – UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi menggelar Refreshment Asesor Beban Kerja Dosen (BKD), Selasa (8/7). Kegiatan ini diadakan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas penilaian kinerja dosen.
Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Dr. Tanti, memimpin langsung jalannya kegiatan tersebut. Menurut Dr. Tanti, kegiatan ini penting untuk mendukung kemajuan sistem informasi dosen di UIN STS Jambi. “Kedepannya, semua data BKD dapat terintegrasi ke SISTER,” ujar Dr. Tanti dalam sambutannya.

Ia menambahkan, asesor perlu memahami fitur-fitur sistem agar proses penilaian lebih efektif. Selain itu, refreshment ini bertujuan membiasakan asesor menggunakan sistem digital secara optimal. Penilaian yang baik akan memberi dampak langsung terhadap kemajuan institusi dan dosen. Tercatat, sebanyak 372 dosen di UIN STS Jambi telah tersertifikasi pada tahun 2024.
Ia menekankan bahwa semua dosen yang memiliki NIDN dapat mengikuti Penguatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) sesuai ketentuan yang berlaku. Ini sebagai salah satu syarat bagi dosen untuk mendapatkan sertifikasi. Lebih lanjut, Dr. Tanti berharap tahun ini kuota sertifikasi dosen tetap sebanyak tahun lalu. “Tahun lalu kita mendapat jatah 50 orang, semoga tahun ini juga,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Ayub Mursalin, membuka secara resmi kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat penting karena selalu menghadirkan inovasi dan kebaruan. “Kemajuan UIN Jambi berada di tangan para asesor,” jelasnya dengan penuh semangat.
Selain itu, ia menegaskan pentingnya pengisian BKD secara serius oleh semua dosen. BKD bukan hanya terkait kinerja, tetapi juga berdampak pada kesejahteraan dosen. Oleh karena itu, perhatian terhadap pengisian BKD harus ditingkatkan ke depannya. Sebab, dosen tetap wajib melaksanakan penelitian dan pengabdian meskipun tanpa anggaran khusus.
Ia juga mendorong agar seluruh aplikasi di UIN Jambi dapat terintegrasi dalam satu sistem. “Dengan sistem terintegrasi, pengelolaan data akan lebih efektif dan efisien,” tambahnya.
Terakhir, ia mengajak asesor mengawal proses penilaian agar sesuai tri dharma perguruan tinggi. “Setelah akreditasi unggul, mari capai keunggulan internasional, unggul di Asia Tenggara,” pungkasnya.
Dengan kegiatan ini, diharapkan peran asesor semakin strategis dalam mendukung mutu akademik UIN Jambi.