UIN STS Jambi Gelar Dzikir Bersama, Doakan Kemajuan Kampus dan Menteri Agama
Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi kembali mengadakan acara dzikir bersama yang diadakan setiap Jumat malam. Kegiatan ini dilaksanakan pada minggu pertama dan ketiga setiap bulan di rumah dinas Rektor, dan menjadi salah satu agenda spiritual UIN STS Jambi.
Dzikir minggu ini dilaksanakan pada Jumat (2/8) dengan khidmat dan dihadiri oleh Wakil Rektor, Kepala Biro, Dekan, Direktur Pascasarjana, para dosen, karyawan, serta masyarakat sekitar. Partisipasi aktif mereka mencerminkan dukungan kuat terhadap kegiatan yang telah menjadi rutinitas.
Tim hadroh turut menyemarakkan acara dengan lantunan sholawat yang merdu, menambah kekhusyukan suasana dzikir. Musik islami yang menggema di lokasi acara menciptakan suasana yang damai dan nyaman, menambah kesan mendalam bagi seluruh peserta yang hadir.
Dalam sambutannya, Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. As’ad, M.Pd, menjelaskan bahwa tujuan utama dari diadakannya dzikir rutin ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi antar civitas akademika UIN STS Jambi. Beliau menekankan bahwa kegiatan ini menjadi wadah untuk berdoa bersama demi kemajuan dan kelancaran dalam menjalankan tugas sehari-hari. Selain itu, acara dzikir ini juga diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai spiritual dan moral di lingkungan kampus.
“Kami berharap melalui kegiatan dzikir ini, hubungan sosial dan spiritual antar civitas akademika UIN STS Jambi dapat semakin erat. Ini bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang bagaimana kita menjaga harmoni dan solidaritas di antara kita,” ujar Prof. Dr. As’ad.
Doa Bersama untuk Menteri Agama
Pada kesempatan tersebut, Rektor UIN STS Jambi juga mengajak seluruh peserta untuk mendoakan Menteri Agama, Gus Yaqut. “Dalam momen ini, kita berdoa agar Menteri Agama terus diberikan kelancaran dalam memimpin dan dihindarkan dari berbagai cobaan. Semoga beliau diberi kekuatan dalam menghadapi Pansus Angket Haji dan tantangan lainnya,” ajak Prof. As’ad dengan penuh harap.
Prof. Dr. As’ad juga mengungkapkan harapannya agar UIN STS Jambi dapat terus berkembang dan maju di masa depan. Dia menekankan pentingnya sikap lemah lembut dan kasih sayang dalam lingkungan kampus untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif dan harmonis. “Sebagai pendidik, kita harus bisa mengayomi mahasiswa dan masyarakat sekitar. Saya minta, para dosen agar tidak bersikap arogan dalam menghadapi mahasiswa,” tegas Prof. Dr. As’ad.
Dzikir minggu ini juga menghadirkan guru besar UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Marwazi, M.Ag, sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan pesan agar dosen bisa bersikap lembut dan penuh kasih sayang terhadap mahasiswa. “Ajak mahasiswa berinteraksi dengan baik dan gunakan bahasa yang mudah dipahami. Sebab, komunikasi yang baik adalah kunci untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam proses belajar mengajar,” pesannya.
Prof. Dr. H. Marwazi juga menekankan pentingnya kesabaran dan kebijaksanaan dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi oleh UIN STS Jambi. “Kita harus selalu berdoa dan berusaha agar UIN STS Jambi terus berkembang dan menjadi institusi yang unggul,” imbuhnya,
Acara dzikir rutin ini diharapkan dapat terus berlangsung dengan dukungan dari seluruh pihak. Semangat kebersamaan dan doa menjadi landasan penting bagi UIN STS Jambi dalam mencapai visi dan misinya untuk menjadi kampus reservasi dan unggul. Dengan acara dzikir yang rutin ini, UIN STS Jambi tidak hanya menciptakan lingkungan kampus yang harmonis tetapi juga berkontribusi positif bagi masyarakat sekitar.