UIN Jambi Pastikan Ikut Tanam 1 Juta Pohon Matoa Bersama Kemenag RI
Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi akan ikut serta dalam program nasional penanaman 1 satu juta pohon matoa. Program ini merupakan inisiatif dari Kementerian Agama Republik Indonesia untuk mendukung gerakan hijau secara kolektif dan berkelanjutan.
Penanaman pohon ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran ekologis yang berbasis nilai-nilai keagamaan dan tanggung jawab spiritual. Rektor UIN STS Jambi, Prof. Kasful, menyatakan antusiasme dan dukungan penuh terhadap program penanaman pohon ini.
“Ini program yang mulia, saya ingin kita tanam sekitar 1.000 pohon matoa di lingkungan kampus,” ujarnya.
Ia menyebut bahwa penanaman akan dilakukan secara menyeluruh di berbagai titik kampus UIN STS Jambi. “Setiap program studi saya harapkan menanam 10 pohon matoa,” jelasnya, Kamis (17/4).
Selain prodi, Rektor juga menyebutkan pihak lain yang akan dilibatkan dalam penanaman pohon tersebut. “Kita libatkan juga dekan, direktur, kepala lembaga, kepala UPT, koordinator, dan unsur pimpinan lainnya. Tidak lupa juga PTKIS dibawah Kopertais Wilayah XIII,” tegasnya.
Prof. Kasful mengikuti rapat koordinasi yang dipimpin oleh Direktur PTKI, Prof. Sahiron secara daring melalui Zoom Meeting. Dalam pertemuan tersebut, Prof. Sahiron menjelaskan makna penting dari program penanaman 1 juta pohon matoa secara nasional ini. “Matoa adalah pohon endemik Papua, memiliki nilai ekologis, sosial, dan spiritual yang tinggi,” jelas Prof. Sahiron.
Menurutnya, matoa adalah pohon yang mudah beradaptasi, kuat, tumbuh rindang, dan menghasilkan buah yang manis. “Penanaman matoa ini menjadi simbol tanggung jawab manusia atas ciptaan Tuhan,” tambahnya.

Selain matoa, Prof. Sahiron juga mendorong penanaman pohon endemik dari daerah masing-masing. Dengan begitu, kegiatan ini menjadi lebih beragam, kontekstual, dan mencerminkan kekayaan hayati Indonesia.
Penanaman pohon matoa ini akan dilakukan secara serentak oleh seluruh PTKN dan PTKS di Indonesia. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada hari Selasa, 22 April 2025, bertepatan dengan Hari Bumi.
Seluruh civitas akademika UIN STS Jambi diharapkan aktif berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Tujuannya agar tercipta lingkungan kampus yang hijau, sehat, dan berkelanjutan demi masa depan bumi yang lebih baik. Melalui langkah ini, UIN STS Jambi menunjukkan komitmennya terhadap isu lingkungan dan nilai-nilai keagamaan.