Petasema UIN STS Jambi Hadirkan Lomba Kaligrafi Kontemporer Bertaraf Internasional
Muaro Jambi – Pekan Talenta Seni Mahasiswa atau Petasema UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi sedang berlangsung meriah. Kegiatan seni ini menampilkan berbagai kompetisi kreatif bagi mahasiswa dan masyarakat umum. Salah satu perlombaan yang mendapat perhatian luas adalah International Calligraphy Competition yang menghadirkan karya kaligrafi kontemporer dari berbagai daerah.
Selain itu, perlombaan ini menarik banyak pegiat seni kaligrafi kontemporer dari seluruh Indonesia. Para peserta berasal dari Kalimantan, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Banten, Bali, Mandailing Natal, Lampung, Lubuk Linggau, Bukittinggi, dan Jambi. Kehadiran peserta dari berbagai wilayah menunjukkan besarnya minat terhadap seni kaligrafi kontemporer. Dengan demikian, kompetisi ini menjadi ruang ekspresi yang inklusif dan kreatif.
Selanjutnya, seni kaligrafi kontemporer yang diperlombakan memadukan kreativitas lukisan dengan bentuk tulisan kaligrafi ayat Al-Qur’an. Perpaduan tersebut menghasilkan karya yang kaya dimensi visual dan spiritual. Karena itu, karya yang tampil tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga sarat makna religius.
Kemudian, perlombaan ini menghadirkan juri nasional, yaitu Ustadz Kusna. Beliau sudah lama aktif di Pesantren Lemka dan berkecimpung dalam pengembangan seni kaligrafi kontemporer. Kehadiran Ustadz Kusna menambah kualitas penilaian dalam kompetisi ini.
Selain melakukan penjurian, Ustadz Kusna juga memberikan materi pembuatan karya kepada peserta. Materi tersebut membantu peserta memahami teknik yang baik dan inovatif. Dengan demikian, sesi pembinaan ini memperkaya pengalaman berkarya bagi seluruh peserta lomba.
Ustadz Kusna juga memperkenalkan karya kaligrafi yang memanfaatkan kain perca sebagai media penulisan. Penggunaan kain perca memunculkan ide kreatif yang ramah lingkungan. Selaras dengan itu, prinsip ekoteologi Kementerian Agama turut tercermin dalam pendekatan ini.
Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan kain perca bermotif batik, khususnya batik Jambi, menjadi sangat istimewa. Sisa kain jahitan yang biasanya terbuang dapat digunakan kembali sebagai media seni bernilai tinggi. Melalui cara ini, bahan bekas dapat bernilai rupiah dan mendukung pengurangan limbah produksi.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja sama, Dr. Jamaluddin turut melihat workshop kaligrafi kontemporer. “Ini dapat menjadi pengetahuan baru bagi mahasiswa kita dalam pengembangan kaligrafi kontemporer,” ujarnya.
Menurut Akbar Imanuddin, penanggung jawab lomba, perlombaan berlangsung sejak 27 Oktober hingga 16 November 2025. Sementara itu, proses penjurian dijadwalkan pada 17 hingga 18 November 2025. Rangkaian kegiatan ini disiapkan untuk memastikan seluruh karya dinilai secara adil dan profesional.
Pengumuman pemenang akan dilakukan serentak dengan seluruh lomba Petasema pada 22 November 2025. Peserta dapat menantikan hasil penilaian pada tanggal tersebut.
Penyelenggara berharap kompetisi ini dapat meningkatkan apresiasi terhadap seni kaligrafi kontemporer. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memperkenalkan nilai budaya daerah melalui media seni. Petasema pun terus menjadi ruang kreatif bagi generasi muda dalam mengekspresikan bakat dan kecintaan terhadap seni Islam.