Pekan Lingkungan Hidup UIN STS Jambi 2026, Ratusan Tumbler Dibagikan untuk Kurangi Sampah Plastik
JAMBI – Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi memulai rangkaian Pekan Lingkungan Hidup 2026 dengan berbagai kegiatan meriah dan edukatif. Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari, mulai 1 hingga 4 Juni 2026. Hari pertama menjadi momentum penting bagi kampus dalam menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Berbagai kegiatan digelar dengan melibatkan sivitas akademika, mitra, dan masyarakat umum.
Pembukaan Pekan Lingkungan Hidup 2026 dilakukan secara resmi oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Suyitno. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Khusus Menteri Agama RI, Dr. Ismail Cawidu. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap berbagai program lingkungan yang terus dikembangkan UIN STS Jambi. Selain itu, kegiatan ini memperkuat posisi kampus sebagai institusi yang aktif mengampanyekan kepedulian terhadap lingkungan.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon di sejumlah titik kawasan kampus. Aksi tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan memperluas ruang hijau kampus. Selanjutnya, suasana semakin semarak melalui kegiatan Sutha Fun Bike yang diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan. Kegiatan bersepeda santai itu tidak hanya mengajak masyarakat hidup sehat, tetapi juga mendorong penggunaan transportasi yang ramah lingkungan.
Di sisi lain, UIN STS Jambi juga menunjukkan keseriusan dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembagian ratusan tumbler kepada peserta selama kegiatan Pekan Lingkungan Hidup berlangsung. Pusat Lingkungan Hidup dan Sustainable Development Goals (SDGs) LPPM UIN STS Jambi membagikan tumbler kepada peserta Sutha Fun Bike, seminar lingkungan, serta pengunjung bazar yang menjadi bagian dari rangkaian acara.


Kepala Pusat Lingkungan Hidup dan SDGs UIN STS Jambi, Dr. Irmawati Sagala, mengatakan pembagian tumbler merupakan langkah sederhana yang memiliki dampak besar terhadap pengurangan sampah plastik. “Melalui pembagian tumbler ini, kami ingin membangun kebiasaan baru yang lebih ramah lingkungan. Pengurangan sampah plastik harus dimulai dari perubahan perilaku sehari-hari,” ujarnya.
Menurut Irmawati, kampanye penggunaan tumbler merupakan bagian dari gerakan berkelanjutan yang terus didorong oleh kampus. Ia berharap kesadaran tersebut tidak hanya tumbuh selama kegiatan berlangsung, tetapi juga menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, pembagian tumbler juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya penggunaan produk yang dapat dipakai berulang kali. Langkah tersebut dinilai mampu mengurangi volume sampah plastik yang terus meningkat setiap tahun.
Sementara itu, Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., memberikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan oleh Pusat Lingkungan Hidup dan SDGs. Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan visi kampus dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. “Kami sangat mengapresiasi langkah konkret yang dilakukan oleh Pusat Lingkungan Hidup dan SDGs. Gerakan ini menunjukkan bahwa kepedulian lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata,” kata Kasful Anwar.
Ia menegaskan bahwa UIN STS Jambi berkomitmen menjadi kampus yang peduli terhadap isu lingkungan. Karena itu, berbagai program yang mendukung pengurangan sampah, penghijauan, dan edukasi lingkungan akan terus diperkuat. Kasful Anwar juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjadi teladan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara bersama-sama.
Pekan Lingkungan Hidup 2026 menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan lingkungan. Berbagai kegiatan yang diselenggarakan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menekankan aksi nyata.
Dengan rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga 4 Juni 2026, UIN STS Jambi berharap semangat menjaga lingkungan dapat terus tumbuh. Kampus juga ingin menjadikan gerakan ramah lingkungan sebagai budaya yang melekat dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.