Mahasiswa Geografi UIN STS Jambi Dapatkan Pelatihan Operasional Drone untuk Pemetaan
Muaro Jambi – Program Studi Sains Informasi Geografi UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi memberikan pelatihan operasional drone kepada mahasiswa. Kegiatan ini berlangsung dalam bentuk praktikum lapangan yang dilaksanakan pada hari Selasa (21/5) kemarin.
Pelatihan ini merupakan bagian dari implementasi mata kuliah Unmanned Aerial Vehicle (UAV) di semester berjalan. Mata kuliah UAV memiliki bobot 3 SKS, terdiri dari dua SKS teori dan satu SKS praktikum.
Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan teknis mahasiswa dalam mengoperasikan drone untuk keperluan pemetaan. Mahasiswa mendapatkan pelatihan langsung menggunakan dua jenis drone, yaitu DJI Mini 4 Pro dan DJI Mavic 2 Pro. Drone tersebut dipilih karena memiliki spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan praktikum dan dunia kerja.
Ahmad Syukron Prasaja, M.Sc., merupakan dosen pengampu mata kuliah UAV sekaligus Ketua Program Studi Sains Informasi Geografi. Mengatakan, pemahaman teori saja tidak cukup dalam menghadapi tantangan teknologi geospasial saat ini. “Mahasiswa perlu pengalaman langsung agar siap menghadapi tantangan kerja di bidang pemetaan,” jelas Syukron.
Ia juga menambahkan bahwa drone kini digunakan tidak hanya untuk pemetaan, tetapi juga pemantauan bencana dan infrastruktur. Namun, untuk mahasiswa geografi, fokus utama tetap pada pemetaan skala detail menggunakan teknologi UAV. DJI Mini 4 Pro cocok untuk pemantauan ringan karena ringan dan tidak membutuhkan asuransi tambahan. Sementara itu, DJI Mavic 2 Pro lebih tepat digunakan untuk kegiatan pemetaan profesional dan berskala besar. Mavic 2 Pro memiliki kamera dengan resolusi tinggi dan stabilitas yang baik untuk akurasi pengambilan data.
Syukron juga menyampaikan rencana ke depan yaitu memfasilitasi mahasiswa mengikuti sertifikasi pilot drone resmi. “Dengan sertifikasi, lulusan kami bisa bersaing di dunia kerja yang butuh ahli drone bersertifikat,” katanya.
Salah satu mahasiswa peserta, Aditya Pratama, merasa pelatihan operasional drone ini sangat bermanfaat untuk pengembangan kemampuan geospasial. Ia berharap pelatihan ini membuka peluang untuk terlibat dalam berbagai proyek pemetaan di masa mendatang. “Kami belajar mengoperasikan drone dan mengolah datanya dengan software seperti ArcGIS dan QGIS,” ungkapnya.
Program Studi Sains Informasi Geografi UIN STS Jambi memang fokus pada integrasi pemetaan dan sistem informasi geografis. Diharapkan lulusan dari program ini mampu bersaing secara profesional di bidang geospasial yang semakin berkembang. Praktikum UAV menjadi langkah konkret dalam mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan global.