Guru Sejati Mengabdi Tanpa Henti
Catatan kecil Yudisium dan Pengukuhan Guru Profesional Fak.Tarbiyah UIN STS Jambi,
Oleh; Dr. Pahmi.Sy, S.Ag, M.Si*
Salah satu ungkapan yang sangat populer dan sering dikaitkan dengan Ali bin Abi Thalib tentang guru adalah: “Aku adalah hamba bagi orang yang mengajariku satu huruf. Jika ia mau, ia boleh menjualku, memerdekakanku, atau tetap menjadikanku sebagai hambanya.”(Ana ‘abdun liman ‘allamani harfan wāhidan).
Ungkapan ini menggambarkan betapa tingginya penghormatan terhadap guru dan ilmu pengetahuan. Meskipun para ulama berbeda pendapat mengenai kekuatan sanad atau sumber riwayatnya, kalimat ini sangat terkenal dalam tradisi pendidikan Islam sebagai simbol penghargaan kepada guru. (tercantum dalam kitab Ta’lim Muta’lim).
Begitulah kemuliaan seorang guru, untuk itu Ki Hajar Dewantara mengatakan “Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.”(Di depan memberi teladan, di tengah membangun semangat, dan di belakang memberi dorongan)
Apa yang disampaikan Ki Hajar Dewantara masih sangat relevan untuk dipedomani oleh para Guru…
Guru Sejati adalah guru yang profesional dan berintegritas, ia merupakan sosok pendidik yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan metode pembelajaran, tetapi juga memiliki komitmen moral yang kuat dalam menjalankan tugasnya.
Beberapa karakteristik utama guru profesional dan berintegritas adalah Profesional
Guru sejati memiliki pengetahuan yang mendalam tentang bidang yang diajarkan serta terus memperbarui wawasan sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia juga mampu merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran secara efektif sesuai kebutuhan peserta didik. Guru senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan mengembangkan kompetensi diri melalui pelatihan, penelitian, dan kegiatan ilmiah Berintegritas.
Guru menunjukkan perilaku yang baik, jujur, disiplin, santun, dan bertanggung jawab sehingga dapat menjadi contoh bagi peserta didik. Guru menjalankan tugas dengan penuh kejujuran, tidak memanipulasi nilai, serta menjaga kepercayaan yang diberikan oleh peserta didik, orang tua, dan masyarakat
Guru hadir tepat waktu, melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh, serta bertanggung jawab terhadap hasil pembelajaran dan perkembangan peserta didik. Guru mematuhi kode etik profesi, menjaga martabat profesi keguruan, serta menghindari tindakan yang dapat merusak kepercayaan publik. Pelayanan Guru menjalin hubungan yang baik dengan peserta didik, sesama guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat.
Guru memperlakukan semua peserta didik secara setara tanpa membedakan latar belakang sosial, ekonomi, agama, suku, maupun gender. Guru berorientasi pada Pelayanan dan Pengabdian Guru memandang profesinya sebagai panggilan pengabdian untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk karakter generasi masa depan.
Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi, menyampaikan Guru Profesional berbasis enterpreship Islam merupakan upaya untuk menjadi yang produktif. Kanwil. Kementerian Agama Propinsi Jambi yang diwakili Dr. Dedi Irama Silalahi mengharapkan Guru yang sudah lulus Kompetensi profesionalnya agar memenuhi kewajibannya dan segera melaporkan kegiatannya untuk dicatat dan dibayarkan tahun 2027 akan datang.
Rektor UIN STS Jambi Prof.Dr.H.Kasful Anwar Us, M.Pd..Guru sejati harus terus menerus meningkatkan kompetensi sehingga semakin profesional, menjaga integritas diri, sehingga memiliki kepribadian yang sempurna, .Kemudian Guru juga harus memiliki kompetensi sosial, memiliki simpati dan empati yang mendalam terhadap kondisi sosial..Guru harus memiliki manfaat bagi institusi dan masyarakat sekitarnya.
Akhirnya Guru sejati sesungguhnya mengabdi tanpa henti, teladan kehidupan, penjaga etika, mencerdaskan kehidupan bangsa. Guru sejati walau tanpa tanda jasa, tetapi ilmunya mengalir tanpa henti sampai kehidupan yang abadi..Aamiin.
*Wakil Rektor Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan