seminar internasional Archives – Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi https://uinjambi.ac.id/tag/seminar-internasional/ Global Excellence, Local Wisdom. Wed, 24 Jun 2026 03:03:26 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0.1 https://uinjambi.ac.id/wp-content/uploads/2020/02/favicon-uinjambi.svg seminar internasional Archives – Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi https://uinjambi.ac.id/tag/seminar-internasional/ 32 32 Prof. D.I. Ansusa Putra Soroti Penguatan Jaringan Ulama Indonesia–Sudan pada Seminar Internasional https://uinjambi.ac.id/prof-d-i-ansusa-putra-soroti-penguatan-jaringan-ulama-indonesia-sudan-pada-seminar-internasional/ https://uinjambi.ac.id/prof-d-i-ansusa-putra-soroti-penguatan-jaringan-ulama-indonesia-sudan-pada-seminar-internasional/#respond Wed, 24 Jun 2026 03:03:24 +0000 https://uinjambi.ac.id/?p=1003942 JAMBI – Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menyelenggarakan Seminar Internasional sekaligus penandatanganan

The post Prof. D.I. Ansusa Putra Soroti Penguatan Jaringan Ulama Indonesia–Sudan pada Seminar Internasional appeared first on Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

]]>
JAMBI – Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menyelenggarakan Seminar Internasional sekaligus penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Islamic University of Africa (IUA) Sudan. Kegiatan yang berlangsung di Amphitheatre lantai 4 UIN STS Jambi ini mengangkat tema “Kerja Sama Akademik di Dunia Islam: Peluang dan Tantangan antara Sudan dan Indonesia.”

Seminar tersebut menghadirkan sejumlah akademisi terkemuka dari Indonesia dan Sudan, di antaranya Prof. Dr. D.I. Ansusa Putra, Lc., M.A. Hum., Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin UIN STS Jambi, Prof. Dr. Kasful Anwar, M.Ag., Rektor UIN STS Jambi, serta Prof. Abu Bakar Hassan Ali Baikhit dari Islamic University of Africa Sudan. Kegiatan dipandu oleh Dr. H. Izzat Muhammad Daud, Lc., M.A. sebagai moderator.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. D.I. Ansusa Putra menyampaikan materi bertajuk “Syabakah al-‘Ulama fi al-‘Alam al-Islami: Bayna al-Tarikh wa al-Waqi’ wa al-Mustaqbal” (Jejaring Ulama di Dunia Islam: Antara Sejarah, Realitas, dan Masa Depan). Materi ini menyoroti pentingnya jaringan keilmuan Islam sebagai fondasi peradaban yang telah menghubungkan para ulama, pelajar, dan institusi pendidikan Islam lintas wilayah selama berabad-abad.

Jejaring Ulama sebagai Pilar Peradaban Islam

Menurut Prof. D.I. Ansusa, perkembangan ilmu pengetahuan dalam dunia Islam tidak dapat dilepaskan dari tradisi mobilitas intelektual para ulama. Sejak masa klasik, para penuntut ilmu melakukan perjalanan ilmiah (rihlah ilmiyyah) dari satu wilayah ke wilayah lain untuk belajar, mengajar, dan memperoleh sanad keilmuan. Masjid, madrasah, universitas, serta karya-karya manuskrip menjadi sarana utama dalam penyebaran ilmu dan pembentukan jaringan intelektual Islam global.

Beliau menjelaskan bahwa konsep jejaring ulama telah banyak dikaji oleh sejarawan Muslim kontemporer, termasuk Prof. Azyumardi Azra. Dalam perspektif tersebut, jaringan ulama dipahami sebagai sistem hubungan ilmiah, spiritual, dan intelektual yang menghubungkan para ulama, santri, serta lembaga pendidikan Islam di berbagai kawasan dunia Islam. Jaringan ini tidak hanya melampaui batas geografis, tetapi juga membentuk peta peradaban Islam yang berlandaskan pertukaran ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan.

Haramain sebagai Pusat Pertemuan Keilmuan Dunia Islam

Dalam paparannya, Prof. Ansusa menekankan bahwa Makkah dan Madinah memiliki posisi sentral dalam sejarah jejaring ulama dunia Islam. Kedua kota suci tersebut menjadi titik temu para ulama dari berbagai wilayah, termasuk Afrika dan Nusantara. Melalui halaqah-halaqah ilmiah yang berlangsung di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, para ulama bertukar gagasan, memperdalam disiplin ilmu keislaman, serta membangun hubungan akademik yang berkelanjutan.

Hubungan keilmuan antara Sudan dan Nusantara, menurut beliau, memiliki akar sejarah yang kuat. Sejak abad pertengahan, para ulama dari kedua kawasan bertemu dalam jaringan keilmuan yang sama di Haramain dan Al-Azhar. Pertemuan tersebut melahirkan transfer ilmu, penyebaran mazhab fikih, penguatan tradisi tasawuf, dan pembentukan identitas Islam yang bersifat lintas bangsa.

Syekh Ahmad Surkati: Simbol Hubungan Intelektual Sudan–Indonesia
Sebagai contoh konkret hubungan intelektual antara Sudan dan Indonesia, Prof. Ansusa mengangkat sosok Syekh Ahmad Surkati (1875–1943). Ulama asal Sudan tersebut datang ke Indonesia pada awal abad ke-20 dan menjadi salah satu tokoh pembaharu pendidikan Islam melalui pendirian organisasi Al-Irsyad. Kontribusinya tidak hanya terlihat dalam reformasi pendidikan Islam modern, tetapi juga dalam pembentukan jaringan ulama dan murid yang berpengaruh hingga saat ini.

Menurut Prof. Ansusa, figur Surkati menunjukkan bahwa hubungan akademik antara Sudan dan Indonesia bukanlah fenomena baru, melainkan kelanjutan dari tradisi intelektual Islam yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Peluang Kerja Sama Akademik Kontemporer

Memasuki era globalisasi dan transformasi digital, Prof. Ansusa melihat adanya peluang besar untuk menghidupkan kembali jejaring ulama dalam bentuk kerja sama akademik modern. Beberapa langkah strategis yang ditawarkan antara lain pengembangan riset bersama dalam bidang studi Islam, sejarah, dan peradaban; penyelenggaraan konferensi internasional secara berkala; serta penerbitan jurnal ilmiah bersama yang bereputasi internasional.

Selain itu, beliau juga mendorong penguatan program pertukaran mahasiswa dan dosen, pembimbingan bersama program magister dan doktoral, serta pengembangan program gelar bersama (joint degree). Transformasi digital melalui pembangunan perpustakaan elektronik bersama, digitalisasi manuskrip Islam, dan pemanfaatan kecerdasan buatan dalam penelitian keislaman juga menjadi bagian dari agenda yang ditawarkan.

Tantangan yang Perlu Diatasi
Meski peluang kerja sama sangat terbuka, Prof. Ansusa mengingatkan bahwa masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi. Tantangan tersebut meliputi keterbatasan pendanaan penelitian, kesenjangan infrastruktur akademik, rendahnya publikasi internasional dari perguruan tinggi Islam, dominasi pusat-pusat pengetahuan Barat dalam basis data ilmiah global, serta masih lemahnya kolaborasi lintas negara di antara institusi pendidikan Islam.

Karena itu, diperlukan komitmen kelembagaan yang kuat agar kerja sama yang dibangun tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu menghasilkan dampak nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam.

Menuju Kemitraan Strategis Sudan–Indonesia

Dalam sesi penutup, Prof. Ansusa menegaskan bahwa Sudan dan Indonesia memiliki modal yang sangat kuat untuk membangun kemitraan akademik strategis. Kesamaan warisan peradaban Islam, keberagaman budaya, tradisi moderasi beragama, serta perhatian besar terhadap pendidikan Islam menjadi fondasi penting bagi penguatan jejaring ilmiah kedua negara.

Beliau mengusulkan pembentukan pusat studi bersama tentang jaringan ulama Islam, pengembangan basis data ilmuwan dan manuskrip Islam Afrika–Asia Tenggara, penyelenggaraan konferensi tahunan secara bergiliran, penerbitan jurnal internasional multibahasa, serta pembukaan program pascasarjana bersama sebagai langkah konkret memperkuat kolaborasi akademik.

Mengakhiri paparannya, Prof. D.I. Ansusa Putra menegaskan bahwa masa depan dunia Islam sangat bergantung pada kekuatan jejaring ilmu pengetahuan dan kolaborasi akademik antarnegara. Penandatanganan MoU antara UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dan Islamic University of Africa Sudan diharapkan menjadi titik awal lahirnya model kerja sama akademik Islam yang mampu menghubungkan Afrika dan Asia Tenggara serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat dan peradaban dunia Islam.

“Masa depan dunia Islam bergantung pada kekuatan jaringan ilmu dan pengetahuan yang mampu menghubungkan para ulama, akademisi, dan institusi pendidikan lintas negara demi kemajuan peradaban Islam yang berkelanjutan.”

The post Prof. D.I. Ansusa Putra Soroti Penguatan Jaringan Ulama Indonesia–Sudan pada Seminar Internasional appeared first on Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

]]>
https://uinjambi.ac.id/prof-d-i-ansusa-putra-soroti-penguatan-jaringan-ulama-indonesia-sudan-pada-seminar-internasional/feed/ 0
UIN STS Jambi Gelar Seminar Internasional Teknologi Berkelanjutan https://uinjambi.ac.id/uin-sts-jambi-gelar-seminar-internasional-teknologi-berkelanjutan/ https://uinjambi.ac.id/uin-sts-jambi-gelar-seminar-internasional-teknologi-berkelanjutan/#respond Wed, 02 Oct 2024 04:45:58 +0000 https://uinjambi.ac.id/?p=994175 UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi (STS) Jambi sukses menyelenggarakan Seminar Internasional bertajuk “International Summit on

The post UIN STS Jambi Gelar Seminar Internasional Teknologi Berkelanjutan appeared first on Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

]]>
UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi (STS) Jambi sukses menyelenggarakan Seminar Internasional bertajuk “International Summit on Advance and Green Technology.” Acara yang digelar pada Selasa (1/10) ini mengusung tema “Global Innovation for a Sustainable Future: Advancing Collaboration in Green Technology and Renewable Energy to Empower the Next Generation.” Seminar ini berlangsung di Amphitheater lantai 4 Gedung GMPU UIN STS Jambi dan dihadiri berbagai tokoh penting.

Seminar ini terlaksana berkat dukungan dari STEM Indonesia dan Center of Waste Management Indonesia. Fakultas Sains dan Teknologi UIN STS Jambi berperan sebagai penyelenggara utama dalam acara tersebut.

Staff Ahli Gubernur Provinsi Jambi, Muktamar, MM, membuka acara ini secara resmi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapannya agar seminar ini menjadi wadah untuk mengembangkan teknologi hijau dan energi terbarukan. Sehingga dapat memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN STS Jambi, Dr. Ayub Mursalin, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya seminar internasional ini. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah strategis yang diambil UIN STS Jambi untuk mendukung program pembangunan berkelanjutan di wilayah Jambi dan Indonesia.

Dr. Ayub Mursalin menekankan pentingnya pengelolaan sampah dan penerapan teknologi ramah lingkungan di era modern. “Pengelolaan sampah dan teknologi hijau sangat penting dalam menghadapi tantangan lingkungan di masa depan,” ujarnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno dan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor juga memberikan sambutan secara online. JAMTECH merupakan momen penting di mana teknologi bertemu dengan keberlanjutan, membuka jalan bagi solusi revolusioner yang akan membentuk masa depan kita. Dengan  kolaborasi yang terjalin di sini akan mendorong kemajuan signifikan dalam memajukan praktik keberlanjutan dan pertumbuhan ekonomi.

Seminar internasional ini menghadirkan berbagai pembicara ahli dari berbagai negara yang berbagi pengetahuan dan pengalaman terkait inovasi di bidang teknologi hijau dan energi terbarukan. Tema yang diusung dalam seminar ini menekankan pentingnya kolaborasi global dalam menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.

Seminar ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa Universitas jambi, Universitas Batanghari, dan UIN STS Jambi untuk memperluas wawasan mereka tentang teknologi hijau.

Melalui seminar ini, UIN STS Jambi memperkuat perannya dalam mendukung program-program pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam menghadapi tantangan lingkungan global. UIN STS Jambi juga terus berkomitmen untuk ikut serta dalam pengembangan teknologi hijau di Indonesia.

The post UIN STS Jambi Gelar Seminar Internasional Teknologi Berkelanjutan appeared first on Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

]]>
https://uinjambi.ac.id/uin-sts-jambi-gelar-seminar-internasional-teknologi-berkelanjutan/feed/ 0
FUSA UIN STS Jambi Kembali Gelar Seminar Internasional https://uinjambi.ac.id/fusa-uin-sts-jambi-kembali-gelar-seminar-internasional/ https://uinjambi.ac.id/fusa-uin-sts-jambi-kembali-gelar-seminar-internasional/#respond Mon, 03 Jun 2024 07:48:09 +0000 https://uinjambi.ac.id/?p=990373 Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi, menggelar seminar internasional.

The post FUSA UIN STS Jambi Kembali Gelar Seminar Internasional appeared first on Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

]]>
Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi, menggelar seminar internasional. Acara ini berlangsung pada Senin (3/06) di Amphiteater Wing C UIN STS Jambi. Seminar ini mengusung tema “Peran Ilmu Hadist pada Zaman Kontemporer”.

Akademisi, peneliti, dan mahasiswa antusias mengikuti seminar ini. Salah satu yang menjadi pembicara utama adalah Prof. Dr. Al Habib Alwy bin Hamid bin Syihab dari Yaman dan Dr. DI Ansusa, Lc.,M.A.Hum Wakil Dekan III Fakultas Syariah UIN STS Jambi.

Wakil Rektor II UIN STS Jambi, Dr. Zikwan, M.Ag, memberikan sambutan hangat pada acara tersebut. Dr. Zikwan menyampaikan apresiasi atas kerja sama ini dan menyambut baik kolaborasi yang akan terjalin. “Percayalah, ilmu hadist akan tetap relevan dan bermanfaat sepanjang masa. Jadi berbanggalah kamu bisa kuliah di Fakultas Ushuluddin ini,” katanya.

Selain seminar, acara ini juga diisi dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Penandatanganan MoU antara UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dengan Prof. Dr. Al Habib Alwy bin Hamid bin Syihab. Kerjasama ini semoga dapat memperkuat jaringan akademik dan penelitian internasional. “Kerja sama ini diharapkan dapat membuka peluang bagi mahasiswa dan dosen dalam bidang ilmu hadist. Selain itu, kolaborasi ini juga dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran di UIN STS Jambi menuju internasional,” tambah Dr. Zikwan.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama, Prof. Dr. Kasful Anwar Us, M.Pd, juga menekankan bahwa ilmu hadist adalah salah satu cabang ilmu penting dalam studi keislaman. Dia berharap seminar ini dapat memberikan wawasan baru bagi peserta dan memperkuat pemahaman mereka tentang ilmu hadist. “Ilmu hadist juga menjadi sumber inspirasi dan pedoman bagi umat islam dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Pada era kontemporer ini, peran ilmu hadist semakin penting dalam menjawab dan menghadapi berbagai tantangan dan isu oleh umat islam berbagai belahan dunia,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Prof. Kasful mengajak untuk Bersama-sama menggali lebih dalam tentang ilmu hadist. Oleh karena itu, penting bagi Kita mempelajari dan memahami hadist yang benar. “Semoga seminar ini dapat memberikan pencerahan dan wawasan baru bagi kita semua. Serta dapat memperkokoh komitmen dalam mengamalkan ajaran islam yang benar sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW,” ucapnya.

seminar

Seminar ini merupakan bagian dari upaya UIN STS Jambi untuk terus meningkatkan kualitas akademik juga penelitian. Melalui kegiatan seperti ini, UIN STS Jambi dapat semakin dikenal di dunia internasional. Acara pembukaan tutup dengan penyerahan cendera mata kepada Prof. Dr. Al Habib Alwy bin Hamid bin Syihab. (*)

The post FUSA UIN STS Jambi Kembali Gelar Seminar Internasional appeared first on Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

]]>
https://uinjambi.ac.id/fusa-uin-sts-jambi-kembali-gelar-seminar-internasional/feed/ 0